Mengenal Proses Roasting Kopi

Mengenal Proses Roasting Kopi

Tahukah Anda bahwa minuman kopi hitam yang Anda nikmati telah berkembang jauh? Kopi berasal dari biji kopi (cherry) yang kemudian diolah menjadi biji kopi dan melewati proses roasting kopi. Setelah menjadi biji kopi atau green bean, kopi di roasting atau sangrai kemudian digiling atau ditumbuk dan diseduh.

Fase Roasting Kopi

Pada dasarnya, roasting merupakan proses memasak kopi menggunakan roaster. Proses pemanggangan ini juga memiliki langkah atau tahapan untuk mencapai cita rasa yang diinginkan. Yang pertama adalah tahap pengeringan. Jika semua biji kopi berwarna hijau, setelah dipanggang kacang akan berubah menjadi coklat.

Kedua, penguningan menggunakan saluran udara pada roaster. Selama proses ini, lapisan tipis biji kopi terkelupas dan memberikan warna coklat pada kopi. Ketiga, tahap first crack. Tahap ini terjadi setelah campuran karbon dioksida dan air menguap dalam biji kopi.

Biasanya pada tahap ini karakter biji kopi sudah terbentuk. Keempat, tahap penentuan warna biji kopi dan peningkatan penyangraian kopi. Kelima, second crack. Selama tahap akhir ini, minyak alami kopi biasanya naik ke permukaan.

Tingkatan Roasting Kopi

Selama proses roasting kopi, biji kopi hijau asli perlahan akan menguning. Setelah menguning, biji kopi berubah menjadi coklat, kemudian coklat muda, coklat tua, coklat kehitaman hingga menjadi hitam.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa warna biji kopi menentukan waktu penyangraian kopi. Nah, pada umumnya kopi roasting ada tiga grade, yaitu light roast dengan warna coklat muda, medium roast dengan warna coklat, dan dark roast dengan warna hampir hitam.

Light roast adalah tingkat kematangan terendah dalam proses penyangraian kopi. Biji kopi ini umumnya tidak menghasilkan minyak, tetapi menghasilkan rasa asam dengan kandungan kafein yang tinggi. Biasanya kopi disangrai pada suhu 180 hingga 250 derajat Celcius jika Anda memilih sangrai ringan. Sangrai ringan ini umumnya cocok untuk pecinta kopi yang earthy dan buttery.

Medium roast biasanya menghasilkan minyak yang rasanya sedikit manis dengan aroma asap yang lebih tajam. Biasanya dalam penyangraian rata-rata, suhu biji kopi adalah 210-220 derajat Celcius, biji kopi telah menyelesaikan first crack tetapi tidak mengalami second crack.

Sementara sangrai ringan mengandung kafein tingkat tinggi, sangrai sedang menghasilkan lebih sedikit kafein dengan aroma, keasaman, dan rasa yang seimbang. Terakhir, dark roast. Level paling tinggi ini jarang diminati pecinta kopi. Dalam kopi dark roast, bijinya sering mengeluarkan minyak dan rasanya cenderung lebih pahit, menghilangkan rasa kopi lainnya.

Semakin lama kopi dimasak, semakin banyak sifat kimianya yang berubah. Demikian pula, jika biji kopi memiliki warna yang sama, roasting kopi dalam jumlah waktu yang sama, tetapi tidak harus pada suhu yang sama. Apakah Anda ingin mencoba kopi instan yang nikmat, praktis, dan berkualitas? Anda bisa mencoba kopi Nescafe Classic yang terbuat dari 100% kopi murni.

Mungkin Anda juga menyukai