Armand Hartono, Pengusaha Kaya Raya yang Memakai Sepatu Bolong

50

Kesederhanaan memang bisa membuat kita semakin dapat bersyukur dengan segala macam pencapaian yang telah dilakukan. Kalimat ini mungkin tercermin dari sosok bernama Armand Hartono yang juga berstatus sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.

Bos BCA dan PT. Djarum ini senantiasa banjir pujian di berbagai macam media sosial, terutama di akun Instagram miliknya.

Kala itu pernah ia mengenakan sepatu bolong akibat rusak secara mendadak di tengah jalan. Alih-alih membeli yang baru, Armand malah mengakalinya dengan menambal sepatu tersebut dengan lakban. Tambalan tersebut ia lakukan sendiri sehingga nampak begitu lucu saat dilihat dari kejauhan.

Akan tetapi, Armand tak pernah merasa malu. Bahkan sifat uniknya tersebut malah membuatnya menjadi sosok inspiratif di kalangan anak muda dan warganet.

Tentunya aksi tersebut bukanlah semata-mata mencari pujian atau pencitraan semata, melainkan sebuah gaya hidup yang sudah mendarah daging dalam dirinya dan keluarganya.

Dari dulu, Armand Hartono memang selalu melatih diri untuk menjadi orang yang sederhana dan berhemat tak peduli keadaan finansialnya saat ini.

Armand mengatakan bahwa boros itu tak ada untungnya sama sekali. Ia lebih memilih untuk menghabiskan uangnya untuk investasi, yang mana akan menambah pundi-pundi uang secara berkelanjutan sebagai passive income yang nyata.

Untuk membuatnya semakin berhemat, Armand juga senantiasa makan bersama karyawan di kantin yang – menurutnya – harganya jauh lebih murah dan rasanya lebih enak dibandingkan dengan makanan yang disajikan di restoran.

Tapi bukan berarti dia pelit terhadap orang-orang di sekitarnya. Misalnya saat ada tamu atau klien yang akan ia temui, barulah Armand menapakkan kakinya ke dalam tempat makan yang jauh lebih bagus, dan bukan ke kantin.

Keturunan suku Jawa dan lingkungannya telah membuat dia tetap down to earth, sehingga tak mau sesumbar mengenai harta yang ia miliki. Oleh karenanya, Armand senantiasa bersikap ramah dan menyenangkan kepada semua orang, tak peduli harta dan jabatan.

Kesederhanaan tersebut tercitra bukan hanya pada dirinya saja, juga pada keluarga terdekatnya. Pernah sang paman viral gegara makan di warung tahu, yang mana jika dilihat dari perspektif masyarakat secara luas, maka akan nampak begitu unik.